Biased

December 9, by JULIUS SIRAIT

Berapa banyak pencopet di jakarta?

Ketika istri saya hamil, saya tiba2 melihat banyak banget ibu2 hamil dan anak2 kecil. Setiap belanja bahan makanan, sering banget liat ada ibu hamil dan anak2 kecil. Setiap jalan2 ke pusat keramain, pasti sering melihat ibu hamil dan anak2 kecil. Kata orang penduduk Jepang makin berkurang. Tapi kok banyak ibu hamil dan anak2 kecil.

Tentu saja saya biased. Karna saat itu istri saya hamil. Kalau tidak ada yang bilang bahwa penduduk Jepang makin berkurang, saya mungkin yakin bahwa sebaliknya.

Sama halnya ketika anda (bukan saya :P) pas masa puber2nya. Kalau cowok yang puber, dia melihat mungkin penduduk dunia ini setengahnya cewek remaja umur 17 tahunan.

Atau seperti saya melihat konten2 di blogosphere itu 90 persen adalah konten2 yang rada geeky yang berhubungan sama software development.

Kembali ke masalah copet.

Saya ada dua kali punya pengalaman sama tukang copet.

Pertama, ketika pulang dari bogor ke bandung, naik bis. Pas mahasiswa, rambut panjang, pake sendal jepit, ransel jelek dibelakang. Harusnya seram, tapi tidak buat tukang copet, tetap aja saya di copet. Nyampe di bandung, duit sudah ilang di dompet, untung masih ada recehan di saku baju untuk naik angkot ke kost an. Dan yang lebih untung lagi, dompetnya tidak diambil. Duitnya aja. Jadi kartu2 saya gak ilang. 

Kedua, di pulo gadung. Ketika mahasiswa juga, dari bali, naik bus nyambung2, nyampe di pulo gadung jam 10 malam. Bawa ransel gede di belakang. Pas naik kopaja, di belakang, langsung di apit kiri kanan. Mungkin ada 4 sampai 5 orang. Saya curiga karna di depan masih kosong, kenapa ke belakang semua.

Karna saya curiga, dan liat tampang batak mereka, saya ajak ngomong batak. Ternyata manjur :) Mereka turun semua dari kopaja itu dan salah seorang bilang “salah orang”. Trus setelah itu kenek kopajanya bilang bahwa sejak turun dari bus tadi, mereka sudah ikutin saya di belakang.

Ah, kok jadi panjang ceritanya.

Jadi intinya copet ini emang selalu hot dipikiran kita. Setiap kita melangkah di jakarta, harus hati2 sama copet. Setiap ada keramaian, kita was2 sama copet. Dulu ketika sering nongkrong di Depok, teman becanda, di bus Debora minimal ada 3 orang Batak. Supir, kenek sama tukang copet.

Dan cerita2 tentang kecopetan juga selalu ada. Belum lagi yang ngulang2 cerita lama seperti saya :)

Tapi pernahkan ada data jumlah copet di jakarta? Jangan2 cuman 100-an atau dibawah 100. Tapi karna kita selalu was2, kita berpikir jumlahnya banyak banget. Kita pikir bahwa di setiap sudut kota pasti ada copet.

Atau menurut anda berapa jumlah copet di Jakarta? Hehe, gak penting banget sih postingan ini :)